PROLOG

"An audit that keeps you on the edge of your seat."

Ada banyak hal yang tidak bisa aku cantumkan dalam laporan audit ku. Seperti bau parfum mahal yang membekas di dinding lift pribadi. Seperti rasa dingin yang merambat di leherku saat dia menatap, bahkan sebelum aku sempat melihatnya.

Namanya Cassian De Luca. Dan sejak hari pertama aku menapakkan kaki di kantornya—aku tahu, audit ini bukan soal angka. Ini tentang kekuasaan dan dominasi. Dan aku hanyalah bidak kecil di dalam permainan yang terlalu besar.

“Nama lengkap?”

Suaranya berat, lembut, tapi penuh otoritas. Tidak ada nada basa-basi. Tidak ada senyum sambutan.

“Elira. Elira Mardeaux.”

Ia mengangguk sekali, lalu menatapku seolah aku adalah laporan keuangan yang penuh manipulasi. Atau mungkin... seorang wanita yang menarik perhatiannya hanya karena keberanianku mengetuk pintu yang salah.

Dia berjalan mendekatiku. Aku mundur selangkah demi selangkah hingga dinding kantornya menghentikan gerakanku. Matanya menusuk tajam, seolah sedang membedah isi pikiranku, lalu perlahan menatapku dengan intensitas yang membuatku sesak napas.

Begitu dekat jarak di antara kami hingga aku bisa merasakan hembusan napasnya yang dingin. Tangannya yang kokoh terangkat, jemarinya bergerak perlahan membelai garis rahangku, memberikan sensasi terbakar yang asing namun membuatku terpaku.

“Aku tidak suka diawasi, Elira,” bisiknya tepat di telingaku, suaranya menggetarkan seluruh pertahanan yang kubangun. “Tapi kau boleh tinggal... jika kau tahu cara untuk bertahan di sisiku.”

Di saat itu, aku seharusnya pergi. Meninggalkan bangunan ini setelah menyerahkan laporan awal terkait temuan auditku. Tapi aku tetap tinggal. Dengan jantung yang berpacu liar. Dengan rasa takut yang bercampur dengan rasa penasaran yang tak bisa kuakui.

Malam pertama aku menginap di mansion mewahnya, aku tahu tak ada kunci yang bisa benar-benar melindungiku jika ia memutuskan untuk datang. Tak ada sistem keamanan yang bisa menjagaku dari seseorang yang tidak hanya berniat untuk mendekat... tapi berniat meruntuhkan kendali diriku sepenuhnya.

Dia tidak mengikatku. Tapi malam itu aku tidak bisa pergi, entah karena karismanya yang gelap atau karena rasa kesepian yang menyergapku sekian lama. Cassian De Luca adalah pria yang mustahil untuk ditolak. Dan andai dia datang untuk menaklukkanku, aku merasa tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.

Dan yang lebih menakutkan: aku mulai menikmati bagaimana ia mendominasi duniaku.

****

CHAPTER 1

DAFTAR CHAPTER