Dilema Pengampunan dan Rapuhnya Realita dalam Reminders of Him

Sebuah Kesan dan Kritik atas buku karya Colleen Hoover

REVIEW NOVEL

Leona Night

6/3/202610 min read

Bagaimana rasanya jika kebahagiaan hidupmu bergantung pada seberapa besar pengampunan atau maaf diberikan oleh orang lain? Ini adalah pertanyaan yang muncul sepanjang aku membaca Novel Karya Colleen Hoover ini. Betapa tidak, sejak bab awal kita sudah disuguhi sebuah realita akan kehidupan yang pahit dari seorang wanita yang masuk bui bukan karena perbuatan yang dilakukannya pada almarhum pacarnya, namun justru karena dia tidak melakukan apapun.

Premis Singkat

Reminders of Him (yang tertinggal darinya) terbitan dari Gramedia Pustaka Utama ini termasuk dalam Genre Contemporary Romance, ditulis oleh Penulis fenomenal sekaligus Kontroversial Colleen Hoover dengan ketebalan halaman mencapai 456 halaman dengan rating 4,33 dari skala bintang 5 Versi Goodreads. Data buku inilah yang membuatku memilihnya sebagai bacaan untuk keluar dari jebakan Reading slump yang menjerat, disamping berdasarkan pengalaman, karya Hoover memang selalu berhasil mengembalikanku pada track reading plan yang sudah direncanakan awal tahun.

Buku ini berkisah tentang Dunia Kenna Rowan yang jungkir balik setelah sebuah kecelakaan mobil menewaskan pria yang ia cintai dan membuat dirinya dipenjara. Setelah bebas, Kenna kembali ke kota tempat segalanya bermula, berharap ia dapat menemui putri kecil yang tak sempat dikenalnya. Sayangnya tak seorang pun memberinya celah untuk menemui, apalagi mengenal putrinya. Karena bagi mereka Kenna adalah ancaman.

Satu satunya harapan Kenna adalah Ledger Ward, pemilik bar setempat sekaligus penghubungnya dengan sang putri. Namun, jika orang orang tahu Ledger bersedia mengenal Kenna lebih jauh dan bersimpati kepadanya, impian untuk mengenal putrinya akan terancam.

Kenna hanya menginginkan pengampunan. Ia pun tak ingin menyeret Ledger dalam masalah, karena seiring waktu pria itu berarti baginya. Dan ia bersedia melakukan apa saja demi putrinya, bahkan jika berarti selamanya ia takkan bisa mengenal anak itu, sekaligus merelakan cinta kedua yang datang ke kehidupannya.

Mengapa Buku Ini Menarik

Alasan utamaku membaca buku ini, jelas karena ini Karya Colleen Hoover. Pengalaman mengatakan, bahwa buku buku Hoover selalu enak dibaca baik dalam versi Aslinya yang berbahasa Inggris maupun versi terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Kekuatan Hoover terletak pada gaya bahasa yang mudah dicerna, pacing yang cepat dan tidak bertele tele, emosi cerita yang kuat dan mudah membangunkan rasa penasaran.


Aku hanya perlu waktu kurang dari 1,5 hari untuk menamatkan kisah ini. Bahkan bisa jadi lebih cepat jika saja aku lebih fokus meluangkan waktu. Hal ini aku harap bisa memberikan gambaran yang kuat betapa enaknya buku ini dibaca dan betapa menariknya Hoover membangun kisah demi kisah dalam setiap babnya tanpa menimbulkan rasa bosan sedikitpun, meskipun ada beberapa catatan kritis dariku tentang cara Hoover menuliskan kisah ini.

Karakter Menarik di Buku ini

Terus terang, sejak awal aku sangat jatuh hati pada Karakter Ledger Ward yang muncul di buku ini. Bagiku dunia ini perlu banyak Ledger Ward untuk membantu sebanyak mungkin orang dan menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik untuk ditinggali.


Betapa tidak, Ledger yang berusia 29 tahun digambarkan sebagai pria sukses yang pernah bergabung dalam Club Football Broncos Amerika, lalu pensiun dan memiliki Bar yang cukup ramai serta membangun rumahnya sendiri yang besar dan mewah.

Namun yang lebih menarik lagi, Ledger digambarkan sebagai pria yang gemar membantu orang lain yang sedang terbelit masalah kehidupan. Sekaligus dia digambarkan sebagai pria dengan insting kebapakan yang cukup kuat sehingga mampu membatalkan pertunangannya, hanya karena sang tunangan tidak suka pada Diem, yaitu anak dari Scotty sahabat Ledger yang meninggal karena kecelakaan.

Bagiku Ledger adalah sebuah keajaiban, karena dia merupakan satu satunya jembatan emosionil yang bisa menjadi penyebab Kenna mendapatkan kembali akses untuk masuk dalam kehidupan anaknya Diem, yang diasuh oleh kakek dan neneknya yang bukan hanya secara hukum mengambil hak asuh Kenna atas Diem tetapi juga sekaligus mencegahnya untuk mendekati sang anak.

Bagiku sosok seperti Ledger ini sangat langka dan bisa jadi merupakan keajaiban dunia cerita yang hampir pasti belum pernah aku temui di dunia nyata. Coba saja perhatikan berapa banyak ibu yang kehilangan hak asuh dan akses untuk mendekati anaknya bukan karena kurangnya uang dan lemahnya akses pada keadilan, melainkan karena tidak adanya sosok seperti Ledger yang di usia begitu muda sudah punya karakter Father Figure yang bisa menjembatani konflik antara Kenna dan keluarga Scotty terkait masalah hak asuh anak.

Satu satunya kelemahan Hoover dalam menampilkan sosok Ledger adalah usia sang Tokoh. Mungkinkah seorang pria pada usia 29 tahun, belum menikah apalagi punya anak, mempunyai insting kebapakan begitu kuat, hingga lebih memilih membatalkan perkawinannya karena calon istrinya, Leah, tidak bisa menerima Diem masuk dalam kehidupan mereka berdua. Seperti sudah saya jelaskan diatas Diem adalah anak dari Almarhum Scotty kekasih Kenna yang meninggal karena kecelakaan. Diem bukan anak asuh Ledger. Ledger murni menyayangi Diem sebagai wujud simpati pada Keluarga Almarhum Scotty dan kenangan akan sahabatnya itu. Bagiku, sosok macam Ledger ini hampir pasti sulit ditemukan dalam kehidupan nyata.

Hoover terkesan memaksakan karakter yang dia ciptakan untuk bisa kompatibel dengan kebutuhan Plot sehingga memberikan kesan dramatis yang sanggup menguras air mata pembaca. Namun bagiku pemaksaan ini justru menimbulkan pemikiran bahwa tokoh yang diciptakan bertindak diluar dari karakter normalnya sesuai dengan batasan usianya, dan bergerak hanya untuk memuaskan ambisi penulis dalam membangun cerita yang mengharu biru.

Namun jujur cerita ini tidak akan berakhir Happy Ending hanya dalam hitungan bulan sejak keluarnya Kenna dari penjara tanpa kehadiran Ledger. Ketidakmampuan Kenna memperjuangkan hidupnya sendiri karena lemahnya posisi Finansial, status hukum yang pernah disandangnya serta tidak adanya support dari keluarga membuat Sosok Kenna tampil sebagai ibu muda yang sama sekali tidak ideal dalam hal kemampuan mendidik dan mengasuh anak dibawah umur.

Retakan Logika Cerita

Aku bukanlah tipe pembaca yang begitu saja melahap semua cerita yang disajikan dalam sebuah buku tanpa melakukan analisa mendalam terhadapnya. Dalam Novel Reminders Of Him ini, aku menemukan banyak sekali retakan logika cerita bahkan dimulai dari bangunan persoalan yang menjadi masalah utama cerita ini.


Motivasi Karakter.

Di awal cerita aku disuguhi fakta, bahwa Kenna adalah mantan Napi yang dihukum penjara akibat tindakannya menyetir mobil dalam keadaan mabuk sehingga berakibat fatal meninggalnya sang kekasih yang bernama Scotty. Kondisi keuangan Kenna sangat buruk, tanpa pekerjaan, dan besar kemungkinan dia akan kehabisan uang di awal bulan berikutnya. Sehingga praktis untuk kebutuhan sandang, pangan dan papan dapat dikatakan dia diambang tidak mampu mengupayakannya.


Seseorang dengan kondisi seperti Kenna, baru keluar dari tahanan, lalu tidak punya uang dan pekerjaan, dapat dikatakan dalam kondisi Survival Mode dan pastinya fokus hidupnya adalah bagaimana cara dia bertahan untuk bisa makan. Apa lagi Kenna tidak diceritakan sebagai wanita panggilan atau murahan yang bisa menjual diri untuk makan.

Penggambaran itu membuatku berempati pada sosok Kenna dan berpikir bahwa secara logis, dia pasti tidak akan dengan mudah jatuh hati atau memasukkan orang baru dalam kehidupan percintaannya di tengah kondisi seperti itu. Dia pasti akan lebih berhati hati dan memprioritaskan keselamatan diri dan masa depannya dibandingkan keinginan untuk bercinta dengan sembrono.

Namun rupanya pemikiran ku itu tidak sejalan dengan logika Hoover yang mampu menempatkan Kenna diatas pangkuan Ledger yang baru saja dikenalnya kurang dari 24 jam, untuk kemudian mengarah pada hubungan badan di dalam truk milik Ledger meskipun batal karena keburu ketahuan patroli polisi.

Mungkinkah seorang ibu muda miskin dengan hidup berantakan yang fokus utamanya ke kota itu adalah menemui anaknya yang tak pernah dikenalnya sejak lahir, justru malah punya hasrat bercinta dengan pria yang baru saja dikenalnya, yang dia tahu persis, pria itu adalah sahabat dari almarhum kekasihnya? Bagi Hoover itu mungkin masuk akal, tetapi bagiku Motive ketertarikan fisik yang membawa Kenna ke titik itu sangat tidak masuk akal. Wanita dengan tingkat stress tinggi seperti yang Kenna alami hampir pasti mempunyai Barrier proteksi diri yang lebih tinggi dan tidak segampang itu untuk melakukan One Night Make Love .

Mungkinkah Empatiku yang terlalu besar pada Karakter Kenna, atau Hoover yang kemungkinan melakukan abusing karakter pada tokoh yang dia ciptakan sendiri untuk kepentingan plot? Aku tidak bisa memaksa kalian untuk memilih dan menjatuhkan penilaian hanya dari review sederhana ini. Kalian sendiri yang harus menilai setelah membaca novel ini.

Konsistensi Karakter

Dalam cerita ini digambarkan Ledger sebagai pria sukses dengan uang yang cukup banyak. Dia pengusaha dan pemilik bar. Sangat sedih dan kecewa dengan meninggalnya Scotty dan mempunyai kemarahan yang luar biasa besar pada Kenna sebagai pacar Scotty yang divonis bersalah dan menjadi penyebab kematiannya.


Mungkinkah pria sukses semacam itu jatuh hati pada wanita yang entah datang dari mana dan duduk menangis di dalam bar miliknya, yang secara mendadak dua jam kemudian bersedia ditiduri dengan alasan yang tidak jelas? Apa lagi setelah dia tahu wanita itu adalah penyebab kematian sahabat karibnya? Mungkinkah seorang pria sukses macam itu jatuh hati pada wanita mantan napi yang menjadi musuh utama dari keluarga almarhum sahabatnya?

Secara logika cerita, hal ini sangat tidak masuk akal. Satu karena Kenna bersalah atas kematian sahabat karibnya yang menyebabkan luka seumur hidup yang susah pulih bagi keluarga Scotty. Dua, pria dengan cerita gagal menikah karena tidak ingin mengecewakan keluarga Scotty karena calon istrinya tidak mau menerima Diem ( anak Scotty) dalam kehidupan mereka, justru menjalin hubungan dengan musuh utama keluarga itu. Lalu buat apa dia membatalkan perkawinan kalau pada akhirnya jatuh hati pada orang yang menjadi sumber luka bagi keluarga Scotty?


Disinilah aku melihat inkonsistensi karakter atas nama cinta. Hoover mungkin ingin mendramatisasi cerita ini pada level tertinggi sehingga pembaca jadi mengharu biru dan meneteskan air mata simpati. Namun bagiku itu tidak cukup berhasil.

Cerita tentang perubahan Karakter Ledger ini bagiku hampir pasti adalah fantasi penulis semata yang tidak koheren dengan bangunan cerita yang dia buat sendiri apalagi jika dibandingkan dengan dunia nyata. Kecelakaan karena mabuk adalah bentuk kecerobohan yang paling tidak bertanggung jawab dan susah mendapatkan pemakluman meskipun setting cerita ini adalah Amerika Serikat yang dikenal begitu Liberal.

Bumbu cerita berupa batalnya perkawinan Ledger karena calon istrinya yang susah menerima Diem, adalah unsur yang menyebabkan cinta Ledger pada Kenna itu musykil dan absurd. Justru cinta Kenna - Ledger menjadi mungkin jika saja tidak ada kisah pembatalan perkawinan hanya untuk menjaga perasaan keluarga Scotty. Bagiku bumbu yang tidak penting ini malah merusak konsistensi watak dan keputusan karakter yang Hoover ciptakan.

Logika Situasi

Kecelakaan yang dialami Kenna dan Scotty, serta keputusan tindakan yang dipilih Kenna pada saat kejadian, sempat membuatku bertanya tanya sebelum pada akhirnya aku memutuskan bahwa ketidak rasionalan dalam penulisan novel mungkin dibutuhkan penulis untuk mendramatisir cerita.


Bagaimana tidak, keputusan Kenna yang meninggalkan Scotty di lokasi kejadian kecelakaan dalam posisi Scotty sekarat bagiku sangat tidak masuk akal dan patut dipertanyakan motifnya. Di awal cerita aku berpikir keputusan ini diambil, mungkin karena hubungan Kenna dengan pacarnya tidak begitu harmonis. Namun semakin membaca jauh aku melihat sebuah logika situasi yang sangat ambigu. Bagaimana mungkin seorang yang menyetir dalam kondisi mabuk, mengalami kecelakaan yang menewaskan sang pacar, tiba tiba berpikir, “aku ingin mati juga tetapi dengan cara meloncat dari lantai apartemen.”

Lalu kemampuan Kenna untuk pulang ke apartemen dan tidak tersesat padahal dia baru saja mengalami trauma fisik dan mental apalagi dalam keadaan mabuk, sungguh sesuatu yang diluar nalar dan mengganggu Logika situasi yang dibangun Hoover. Sepertinya Hoover ingin meyakinkan pembaca atau mungkin dirinya sendiri, bahwa adalah masuk akal bagi hakim untuk menjatuhkan Vonis pada Kenna selama 5 tahun penjara akibat pengabaian yang menyebabkan seseorang mengalami kematian. Karena menurut cerita Hoover, Scotty tidak langsung mati saat peristiwa kecelakaan terjadi, melainkan meregang nyawa selama 6 jam. Sementara Kenna merasa Scotty mati dan lalu pergi begitu saja meninggalkannya karena panik, syok, bingung dan pada akhirnya ingin mati juga dengan cara bunuh diri di apartemennya.

Mengapa Hoover tidak mencukupkan saja alasan vonis hakim pada kenyataan menyetir dalam kondisi mabuk dan tidak perlu menambah peristiwa pengabaian dengan jalan membuat Kenna mengambil keputusan absurd meninggalkan Scotty? Bagiku hal ini tampak jelas Hoover membutuhkan kondisi dramatis untuk membuat pembaca yang semula menyangka Kenna tidak bertanggung jawab dan tidak menyesal atas kematian Scotty menjadi mengalami Twist emosional dan lalu bingung menempatkan emosinya setelah Fakta psikologis Kenna diungkap oleh Hoover. Namun sayang hal itu tidak terjadi padaku dan malah membuatku sangat terganggu dengan cacat logika situasi yang digunakan Hoover.

Emosi yang dibangun Vs Fakta yang ditampilkan

Dalam buku ini, digambarkan Kenna begitu dekat secara Emosional dengan Almarhum Scotty meskipun peristiwa kecelakaan ini sudah berlalu dan dia menjalani hari harinya selama 5 tahun di penjara. Digambarkan Kenna selalu menulis surat untuk Scotty dan bercerita banyak hal tentang perasaannya selama bersama Scotty bahkan setelah Scotty meninggal. Melihat dari penggambaran ini, pembaca yang paling awam pun akan merasakan sebuah ikatan batin yang kuat antara Kenna dengan Almarhum Scotty.


Tetapi betapa terkejutnya aku ketika membaca, lanjutan perkembangan cerita ini, dimana Ledger dan Kenna pasca bercinta di apartemen Kenna, menertawakan guntur yang menggelegar sebagai pertanda bahwa Scotty mungkin tidak begitu suka dengan pernyataan Kenna bahwa bercinta dengan Ledger adalah yang terbaik dari yang pernah dilakukannya. Bagiku ini sungguh aneh dan berkesan mengkhianati dalamnya hubungan emosional Kenna dan Almarhum Scotty yang telah dibangun pada bab bab sebelumnya. Meskipun adalah hal yang masuk akal bagi Kenna menemukan cinta baru, tetapi attitude atas kenangan Scotty dan cara Hoover menjadikannya lelucon sungguh tampak tidak empatik.

Dampak Emosional Buku

Setiap buku atau novel jelas ditulis dengan sebuah tujuan tertentu diantaranya memberikan dampak pada pembaca. Dan jelas buku ini menginginkan pembaca mengalami situasi emosional yang melankolis sekaligus penuh gairah asmara yang membara. Pada satu sisi buku ini sangat berhasil mengulik emosiku tatkala Hoover menceritakan bagaimana kecemburuan Ledger akan kedekatan Roman dengan Kenna. Sangat terasa bahwa cinta Ledger begitu posesif pada Kenna dan itu membuatku merinding membayangkan ada seorang pria yang dari sisi status di masyarakat dan tingkat Financial jauh diatas kita tapi masih mampu cemburu dan mencintai kita begitu dalam.


Namun jika Emosi yang ingin dibangun Hoover pada diri pembaca adalah kesedihan, tangis dan air mata, justru hal itu tidak berhasil aku alami. Aku malah sangat penasaran, tentang cinta Ledger dan Kenna yang sangat Fantastical dan imajiner dibandingkan fakta bahwa Kenna adalah ibu muda yang kehilangan hak asuh pada anaknya dan sedang memperjuangkannya. Bagiku cerita ini bukan untuk mengupas sisi itu, tetapi sisi absurditas cinta yang tak mengenal sekat sosial. Jadi bacalah buku ini karena aroma romansanya cukup kuat dan mampu membuatmu bergetar karena ikut merasa dicintai dengan cara yang luar biasa.

Untuk siapa buku ini

Kalau aku ditanya untuk siapa buku ini, jawaban yang kurasa paling masuk akal adalah penggemar Colleen Hoover. Karena bagi penggemar Hoover cacat logika situasi, inkonsistensi Karakter dan berbagai hal yang aku ungkap diatas menjadi sangat tidak terasa dan tidak akan mempengaruhi perjalanan mereka membaca buku ini.


Buku ini juga punya tingkat spice berada pada level 3 dari skala 5 sehingga lumayan cocok juga bagi pembaca Spice Hunter. Kalian akan menemukan adegan Spice yang tidak terlalu Vulgar tetapi cukup detail pada buku ini dan aku sangat yakin, hal ini akan memuaskan hunting kalian akan adegan Spice.

Buku ini juga sangat cocok untuk mereka yang gemar membaca Romansa Kontemporer yang ringan dan ditulis dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami. Aku jamin bagi kalian, pembaca yang mencari hiburan dari sebuah buku, atau pelepasan penat dan stress akan peliknya realita hidup dunia nyata kalian akan terseret dan terhipnotis lalu masuk dalam dunia Kenna dan Ledger yang dramatik. Ada adegan yang membuat kalian tersenyum, ada adegan yang membuat hati kalian berdesir, bahkan menangis. Intinya buku ini pas untuk hiburan ringan dan mengisi waktu luang dengan katarsis yang sehat dan berkelas.

Namun untuk kalian yang termasuk dalam kelompok pembaca serius yang gemar menganalisa logika cerita, karakter driven, dan butuh hiburan dengan kelas lebih tinggi yang bisa membuat kalian membaca buku ini lagi dan lagi karena jatuh hati pada perkembangan karakter dan kompatibilitas Plot dan karakter, mungkin kalian akan menghadapi tantangan untuk membaca buku ini sampai tuntas dan pada akhirnya memasukkannya pada kelompok buku DNF ( Did Not Finished book).

Kesimpulan

Jika aku diminta memberikan Star untuk buku ini, maka aku mengamini pendapat sebagian besar Reviewer Goodreads yang memberikan bintang 4 dari skala 5. Bagiku banyak aspek buku ini yang menarik, tetapi sekaligus terasa janggal dan tidak masuk akal. Tetapi jika kalian adalah penggemar Hoover, maka kalian aku jamin sudah terbiasa dengan cara Hoover menulis cerita dan justru karakter penulisan Hoover yang terasa tidak masuk akal inilah yang bikin nagih.


Apakah aku merekomendasikan buku ini? Hmm… Novel Reminders Of Him ( yang tertinggal darinya ) terbitan Gramedia Pustaka Utama ini, jelas sebuah buku yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kalian perlu membacanya dan menjadikannya sebagai Koleksi dalam perpustakaan pribadi kalian. Bukan karena aku akan mendapatkan fee affiliate atas pembelian kalian, tetapi karena aku merasa buku ini adalah cermin rapuhnya kehidupan wanita bahkan saat wanita itu berada dalam sistem hukum Amerika sekalipun yang katanya berpihak pada kesamaan atas hak akses pada keadilan.

Novel ini mengingatkan kita para wanita, untuk selalu memberdayakan diri dan berjuang berdiri diatas kaki sendiri meskipun dunia disekitar kita tidak ramah dan manis pada kita. Dan ingatlah apa yang ditulis pada novel ini hanya 10 persen dari kejamnya dunia pada wanita dan bagaimana sistem peradilan bisa sangat tidak berpihak meskipun pada wanita paling lemah. Pada akhirnya Novel ini menjelaskan bahwa memaafkan kesalahan orang atas apa yang diperbuatnya pada kita selalu memberikan akhir manis yang membahagiakan dari pada balas dendam yang di dasari amarah dan kekecewaan.

Happy Reading!

Follow Sosial Media

Novel-novel inspiratif untuk dibaca dan dibeli.

kontak penulis

letter@leonanight.com

© 2025. All rights reserved.