The Real Problematic Villain
Review No Spoiler Novel Verity
REVIEW NOVEL
leona night
3/26/20265 min read


Verity muncul secara tidak sengaja ditengah pencarianku pada bacaan Roman Psikologikal Thriller. Aku semakin tertarik untuk membacanya, ketika menyadari penulisnya adalah Colleen Hoover si penulis Romansa dengan bumbu psikologi problematik. Sempat beredar opini bahwa Penulis ini gemar menulis kisah yang disinyalir menormalisasi perilaku menyimpang para tokohnya dengan memberikan alasan trauma psikologis masa lalu tokoh sebagai penyebab utama sehingga berkesan tiap tokoh perlu diterima dengan kewajaran dan pemakluman.
First Impression
Sebenarnya aku tidak begitu mengenal Colleen Hoover style dalam menulis dan bagiku Verity tampak seperti tulisan pertama dia yang bergenre Psikologikal Thriller. Karena selama ini setahuku dia menulis novel lebih banyak tentang Romansa yang ambigu. Tapi tetap saja kalau dinilai dari sisi ambigu, Verity pun ditulis dengan segudang ambiguity yang aku tidak tahu apakah itu disengaja atau tidak oleh Hoover. Saranku, bacalah buku ini dengan satu pertanyaan besar. Who is the real Villain ? Sehingga kamu tidak tersesat dalam pusaran ambiguity novel.
Kisah ini dimulai dari sebuah Sceen kecelakaan dramatic yang disaksikan oleh tokoh utama dalam kisah ini yaitu Lowen. Dalam Scene tersebut digambarkan peristiwa kecelakaan yang tragis itu, dimana Lowen mendengar remuknya tulang belulang korban dan mengalami cipratan darah yang cukup dramatis ( sampai bibirnya pun terkena cipratan darah korban) yang seharusnya ini membuat situasi Chaotic atau traumatic, tetapi tidak demikian dengan Lowen.
Cerita berlanjut dengan rangkaian peristiwa yang sangat mudah ditebak alurnya dan justru ini membuatku semakin penasaran. Benarkah semudah ini alur cerita novel dapat dibaca? Tapi okelah aku lanjut membaca dengan ambisi menguak lapisan cerita berikutnya.
Story Hook
Seperti banyak cerita Psikologikal Thriller, hook utama kisahnya adalah The Real Fact behind the curtain. Aku pun sebagai pembaca tidak serta merta menelan bulat bulat semua informasi karena ini bukan romansa manis. Selalu ada ruang untuk bertanya, “Bisakah kisah yang aku baca ini dipercaya?”
Hook antar bab bagiku cukup kuat tetapi makin lama makin membosankan karena Hoover menampilkan kisah dalam kisah yang sejatinya itu tidak masalah asalkan dieksekusi dengan tepat. Hoover menampilkan Flash Back dengan gaya tutur tetapi bukan dari sang Tokoh langsung melainkan dari sebuah manuskrip yang dibaca oleh Lowen ketika dia harus menjadi Ghostwriter bagi Verity yang gagal meneruskan penulisan bukunya karena alasan sakit permanen.
Sampai di sini alasan yang kuat dan kisah menarik tentang masa lalu Verity masih cukup menjadi jangkar untuk membaca terus kisah ini, walaupun dalam benakku, aku sudah mempersiapkan diri untuk tidak mempercayai dengan mudah setiap fakta yang diungkap setiap tokoh, apa lagi fakta itu hanya dari manuskrip autobiografi Verity yang ganjil.
Karakter
Karakter utama novel ini adalah Lowen, seorang penulis yang sedang berjuang untuk bisa bertahan hidup dari pekerjaan menulisnya yang sempat absen beberapa bulan karena merawat ibunya yang sakit. Karakter Lowen ini menjadi POV dari seluruh rangkaian cerita Verity. Kita memandang kisah ini dari Lowen sebagai Third Person Limited POV, yang tentunya jika pov ini yang dipakai maka clue dari penulis jelas, persepsi Lowen bisa saja bukan the real Fact.
Lalu Muncul tokoh lain Jeremy, suami dari Verity, yang diperkenalkan sebagai Family man yang loyal, dan sangat sayang pada anak anaknya. Lalu ada lagi Corey yang merupakan agen sekaligus mantan pacar lowen.
Semua tokoh dalam buku ini diberi hak bicara secara langsung, kecuali Verity. Verity dibiarkan berbicara lewat tulisannya ( novel) yang ditegaskan dia gemar menampilkan POV Villain dalam setiap Novelnya. Dan juga dalam Kisah ini pembaca hanya mengenal Verity dari manuskrip autobiografinya dan cerita sang suami. Selain itu silent, tidak ada fakta langsung yang akan pembaca lihat keluar dari percakapan langsung verity. Semua hanya kisah dan tanpa sedikitpun space untuk mengkonfirmasi kisah ini dari sudut pandang langsung Verity.
Konflik dan Tension
Konflik utama kisah ini sebenarnya sederhana, yaitu bagaimana Lowen sebagai Ghost Writer, meneruskan novel Verity dengan style semirip mungkin dengannya. Dalam upaya melanjutkan tulisan inilah Lowen menemukan banyak sekali keganjilan dalam kehidupan Verity.
Hoover sebagai penulis sebenarnya memberikan banyak sekali petunjuk yang tersebar di berbagai tempat terkait misteri dari novel ini. Tetapi bagiku pembaca perlu jeli sekali membacanya. Karena jika tidak maka pembaca tidak akan pernah tahu arah sebenarnya cerita ini, serta siapa protagonist dan siapa antagonist bahkan siapa Villain sebenarnya dalam novel ini.
Sangat disayangkan, novel yang sudah begitu bagus ditulis dengan fokus misteri dari kehidupan Verity terpaksa menjadi membingungkan ketika Hoover tidak setia pada berbagai fakta yang dia tulis dalam buku ini. Misal, Fakta bahwa tidak ada seorang pun yang bersih dalam kisah ini. Semua tokoh punya motif dan dorongannya sendiri untuk menjadi Villain. Tetapi jangan lupa bahwa untuk menjadikan tokoh antagonis kita tidak bisa mencelup tenggelamkan mereka pada dua kondisi yang saling bertentangan.
Misal, Jeremy yang jelas jelas dikisahkan sebagai person yang ditipu habis habisan oleh Verity terkait kondisi Vegetatif yang dia alami tentu harusnya tetap ditempatkan pada posisinya sebagai pelaku tindakan kejahatan dengan alasan kuat yaitu melindungi keluarganya.
Verity yang dikisahkan dalam manuskrip sebagai the real Villain, tiba tiba ditampilkan sebagai korban dalam surat yang ditulis untuk Jeremy. Tapi hal yang mungkin Hoover lupa, bahwa untuk tokoh dengan karakter unreliable person, tidak dapat digantikan dengan manuskrip yang jelas jelas hasil print out yang tidak diberi penjelasan terkait Verifikasi keaslian cerita. Cerita Hoover dalam novel ini tidak berhasil membuatku yakin bahwa manuskrip ini bisa dipercaya.
Sejak awal aku tidak percaya bahwa manuskrip ini dapat dipercaya sebagai simbol narasi Verity yang sah, demikian halnya dengan surat Verity yang lagi ambigu dan berkesan memutar balikkan keadaan dan menjadikan Posisi Verity dari Villain menjadi Korban ( jika itu maksud Hoover) dan jelas itu tidak berhasil setidaknya untukku. Aku sudah tidak percaya pada Verity sejak awal karena miskinnya kesempatan dia berbicara secara langsung pada present momen untuk sekedar melakukan Klarifikasi posisi.
Satu satunya tokoh dengan Konflik internal yang konsisten adalah Lowen. Lowen punya segala syarat dan peluang untuk menjadi the real Villain meskipun dia menampilkan dirinya sebagai korban dalam POV novel. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah benarkah Lowen The real Victim jika dia mendapat kontrak kerja sebagai Ghost writer, masuk dengan sukses dalam kehidupan Verity untuk mengambil posisi yang paling dicintai Verity, yaitu sebagai suami Jeremy? Masihkah layak dia sebagai Villain jika faktanya dia cukup berbahaya karena dia under terapi untuk masalah Psikologi Sleepwalker? Semua fakta menuntun Lowen pada kursi Villain dalam persepsiku karena dia adalah satu satunya narator yang mengatur jalannya cerita, bisa membantah dan mengarahkan fakta meskipun ditampilkan dengan ketakutan dan kepanikan yang pada akhirnya juga bisa dia atasi dan akhirnya mendorongnya menjadi pemenang utama dalam perebutan cinta dan harta?
Apa yang didapat
Ketegangan yang membuatku ingin membaca kisah ini dalam sekali duduk meskipun kisah ini ditulis dalam bahasa inggris. Hoover cukup berhasil menimbulkan tanda tanya demi tanda tanya, yang cukup memikat, meski aku menilai bahwa kisah ini masih bisa digarap dengan twist yang lebih kuat dan bukan twist ambigu yang mudah ditebak.
Ambiguitas posisi para tokoh, terutama bagaimana Lowen menampilkan Jeremy. Aku kurang setuju dengan membebankan Twist besar dapa Jeremy. Karena kontrak awal karakter tokoh yang sangat positif yaitu ayah yang mencintai anak anaknya berkesan ingin diplintir sebagai tokoh yang ingin anak dan uang untuk kepentingan pribadi. Hoover seperti berkesan ingin menampilkan obsesi pada kepemilikan anak sebagai dasar untuk melakukan kriminalitas dan mengabaikan Fakta yang dia ciptakan sendiri atas tokoh ini yaitu, betapa Jeremy telah dipermainkan oleh Verity dalam sepanjang kisah hidupnya terutama terkait masalah anak.
Manuskrip yang tidak jelas yang dianggap sebagai kunci dari semua masalah. Kunci masalah bukan pada kebenaran manuskrip atau surat tetapi pada persepsi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan itu merupakan pilihan dari para tokoh yang terlibat. Jika Saja Hoover ingin mendudukkan manuskrip dan surat sebagai instrumen yang dapat dipertanggung jawabkan atau setidaknya dipertanyakan kebenarannya, maka kehadiran tokoh penulisnya dalam scene untuk melakukan klarifikasi sangat penting dilakukan. Karena jika tidak, maka dia gagal total ketika hendak ingin menggantikan Unreliable karakter dengan sebuah benda mati yang siapapun bisa menuliskan dan meletakkannya di meja Verity
Penilaian
Aku terpaksa hanya memberikan bintang 3 pada novel ini, karena cara Hoover menuliskan novel ini begitu ambigu dan berkesan memaksakan Twist. Keputusan ini aku ambil justru di saat Hoover menambahkan Epilog yang sejatinya malah meruntuhkan bangunan cerita dan fakta yang sudah tertata rapi sebelumnya.
Sekeras apapun dia mencoba menampilkan Lowen sebagai korban bagiku kurang berhasil baik , karena korban yang sejati tidak pernah mendapat keuntungan masif dari sebuah peristiwa seperti yang Lowen raih. Jadi menambahkan lapisan kejahatan yang dilakukan oleh Jeremy pada Epilog justru makin memperkuat tujuan Hoover yang sengaja menulis kisah ini dengan twist yang sedikit dipaksakan ke arah yang berbeda. Tanpa Epilog ini sejatinya pembaca yang jeli sudah tahu bahawa tidak ada tokoh yang benar benar bersih. Jadi harusnya stop membuat posisi Lowen jadi the Next Victim.
Secara umum Novel ini layak untuk dibaca, tetapi jika kamu ingin mengoleksi bukunya, maka pertimbangkan lagi karena sangat jelas sekali novel ini membangun Twist yang hanya untuk kepentingan kejutan dengan teknik yang sangat mudah ditebak.
